• Pengunjung sidang harus mengisi buku tamu.
  • Pengunjung sidang harus menukarkan kartu indentitas dengan kartu Pengunjung yang disediakan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar.
  • Setiap orang dilarang membawa senjata api, senjata tajam, bahan peledak, atau alat maupun benda apapun yang dapat membahayakan keamanan sidang, kecuali aparatur keamanan yang bertugas.
  • Setiap orang yang bertindak menjandi saksi dan/atau pihak dalam persidangan wajib menitipkan senjata kepada Ketua Majelis Hakim atau petugas yang ditunjuk oleh Ketua Majelis Hakim setelah amunisinya dikeluarkan.
  • Setiap orang yang hadir dalam ruangan sidang wajib menunjukkan sikap hormat kepada Pengadilan.
  • Pengambilan foto, rekaman audio dan/atau rekaman audio visual harus seizin Hakim yang bersangkutan yang dilakukan sebelum dimulainya Persidangan, dan tidak dapat dilakukan dalam Persidangan tertutup untuk umum.
  • Pengunjung sidang dilarang berbicara satu sama lain, makan, minum, merokok, membaca koran, tidur dan/atau melakukan perbuatan yang dapat mengganggu jalannya Persidangan dan mengurangi kewibawaan Persidangan.
  • Dilarang menggunakan telepon seluler untuk melakukan komunikasi dalam bentuk apapun dan tidak mengaktifkan nada dering/suara telepon seluler selama Persidangan berlangsung.
  • Setiap orang dilarang membuat kegaduhan, bersorak sorai dan/atau betepuk tangan baik di dalam maupun diluar ruangan sidang yang dapat mengganggu jalannya Persidangan.
  • Pengunjung sidang dilarang mengeluarkan ucapan dan/atau sikap yang menunjukkan dukungan atau keberatan atas keterangan yang diberikan oleh para pihak, saksi dan/atau ahli selama Persidangan.
  • Setiap orang dilarang keluar masuk ruag sidang untuk alasan yang tidak perlu dan dapat mengganggu jalannya persidangan.
  • Setiap orang dilarang membawa dan/atau menempelkan pengumuman/spanduk/tulisan atau brosur dalam bentuk apapun di lingkungan Pengadilan tanpa ada izin tertulis dari Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar.
  • Setiap orang yang hadir di ruang sidang harus menggunakan pakaian yang sopan dan pantas, serta menggunakan alas kaki tertutup dengan memperhatikan kearifan lokal.
  • Setiap orang dilarang merusak dan mengganggu fungsi sarana, prasarana, dan/atau perlengkapan Persidangan.
  • Setiap orang dilarang menghina Majelis Hakim, Aparatur Pengadilan, para pihak, saksi, dan/atau ahli.