Hari/Tanggal : Kamis, 23 Desember 2021 Jam 16:30 WITA

Sejarah PTUN Makassar

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA MAKASSAR

Terbentuknya Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, dahulu Pengadilan TUN Ujung Pandang, tidak dapat dilepaskan dari proses lahirnya lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PERATUN) di Indonesia. Tonggak awal pembentukan PERATUN ditandai dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara pada tanggal 29 Desember 1986.

01

Lahirnya Peradilan Tata Usaha Negara

Meskipun undang-undang tersebut telah diundangkan pada tahun 1986, pembentukan pengadilan di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara tidak dilaksanakan secara serentak, melainkan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama lima tahun. Ketentuan tersebut diatur dalam Bab VII Pasal 145 beserta penjelasannya, yang menegaskan bahwa pembentukan lingkungan peradilan baru memerlukan perencanaan serta persiapan yang matang, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun sumber daya manusia, sehingga penerapannya dilakukan secara bertahap melalui Peraturan Pemerintah.

02

Pembentukan PTUN Makassar

30 OKTOBER 1990

PTUN Makassar Dibentuk

PTUN Makassar, dahulu Pengadilan TUN Ujung Pandang, dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 1990.

14 JANUARI 1991

Mulai Beroperasi

PTUN Makassar mulai beroperasi secara resmi berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1991 tentang Penerapan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.

26 DESEMBER 1992

Peresmian Gedung Kantor

Gedung kantor PTUN Makassar yang baru diresmikan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia, Ismail Saleh, S.H., dan berlokasi di Jalan Raya Pendidikan Nomor 1, Makassar.

03

Lima PTUN Pertama di Indonesia

PTUN Makassar merupakan salah satu dari lima Pengadilan Tata Usaha Negara tingkat pertama yang pertama kali dibentuk di Indonesia, bersama dengan:

PTUN Jakarta
PTUN Medan
PTUN Palembang
PTUN Surabaya
04

Hari Ulang Tahun PERATUN

Penerbitan PP Nomor 7 Tahun 1991 tidak hanya menjadi landasan operasional PTUN Makassar, tetapi juga menjadi dasar operasional bagi kelima PTUN pertama di Indonesia. Oleh karena itu, 14 Januari ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun Peradilan Tata Usaha Negara (HUT PERATUN) yang diperingati setiap tahun oleh seluruh jajaran PERATUN di Indonesia.

05

Perkembangan Gedung dan Kantor

Pada masa awal operasionalnya, PTUN Makassar berkantor di Jalan Andi Pangerang Pettarani Nomor 45, Makassar. Kemudian, pada 26 Desember 1992, gedung kantor PTUN Makassar yang baru diresmikan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia, Ismail Saleh, S.H. Gedung tersebut berlokasi di Jalan Raya Pendidikan Nomor 1, Makassar, yang hingga kini menjadi lokasi kantor PTUN Makassar.

06

Wilayah Hukum pada Awal Berdiri

Pada saat pertama kali berdiri, wilayah hukum PTUN Makassar mencakup 10 provinsi, yaitu:

Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Timor Timur
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Maluku
Irian Jaya
07

Wilayah Hukum Saat Ini

Seiring berkembangnya sistem Peradilan Tata Usaha Negara dan dibentuknya PTUN di berbagai provinsi, wilayah hukum PTUN Makassar mengalami penyesuaian.

Saat ini, wilayah hukum PTUN Makassar meliputi:

Wilayah Hukum Provinsi Sulawesi Selatan
Wilayah Hukum Provinsi Sulawesi Barat

Perubahan tersebut merupakan bagian dari pemerataan penyelenggaraan peradilan di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih efektif, efisien, dan mudah diakses.

08

Ketua PTUN Makassar dari Masa ke Masa

Sejak mulai beroperasi pada tahun 1991, Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar telah dipimpin oleh beberapa Ketua Pengadilan yang berperan dalam mengembangkan kelembagaan serta meningkatkan kualitas pelayanan peradilan.

No. Nama Ketua Masa Jabatan
1 H. Sudarsono, S.H. 1991–1993
2 H. Erhanuddin Effendi, S.H. 1993–1997
3 Munir Ihsanpuro, S.H. 1997–1998
4 H. Sudarso, S.H. 1998–2001
5 Istiwibowo, S.H., M.H. 2001–2005
6 Andi Lukman, S.H., M.H. 2005–2007
7 H. Iswan Herwin, S.H., M.H. 2007–2010
8 Priyatmanto Abdoellah, S.H., M.H. 2010–2013
9 Edi Supriyanto, S.H., M.H. 2014–2015
10 H. Mustamar, S.H., M.H. 2016–2018
11 Jamres Saraan, S.H., M.H. 2018–2020
12 I Nyoman Harnanta, S.H., M.H. 2020–2022
13 Indah Tri Haryanti, S.H., M.Hum. 2022–2023
14 H. Tedi Romyadi, S.H., M.H. 2023–2024
15 H. Fajar Wahyu Jatmiko, S.H. 2024–2026

Rangkaian kepemimpinan tersebut mencerminkan kesinambungan pembangunan kelembagaan PTUN Makassar dalam menjalankan fungsi peradilan tata usaha negara, memperkuat integritas aparatur peradilan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.

Disunting Oleh :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Berita Terkait